Less than one week to Final Test. Time flies really fast. It's like yesterday I was still in the first semester and today my second semester is going to end soon. But I'm glad that at least I could stand until today. I'm glad that at my family and my friends are very supportive.
Let's fight for the Final test, friends! Because life is all about giving in our effort! Good luck everyone. May God bless you and have a nice weekend :)
Truly from heart,
Vilya
*akhirnya bisa post tentang yang diluar mata kuliah. HOHOHO. Sebenarnya jarang nge-post disini karena udah punya blog pribadi. Tapi akhirnya ada beberapa hal tentang perkuliahan dan juga hal-hal yang ingin saya bagi, saya post disini deh. hohoho.
Sabtu, 02 Juni 2012
Kamis, 31 Mei 2012
Pedagogi
Kata "pedagogi" berasal dari bahas Yunani yang secara literal berarti mendidik anak. Kata pedagogi biasanya berhubungan dengan pendidikan yang merujuk pada konteks pembelajaran dan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan hal tersebut. Pedagogi merupakan seni atau ilmu dalam menjadi seorang guru. Pedagogi juga merujuk kepada strategi mengajar atau gaya pembelajaran yang diterapkan.
Untuk menjadi guru yang ahli (expert teacher), diperlukan beberapa elemen penting, yaitu:
Hal lain yang dibutuhkan guru selain strategi pengajaran umum adalah pengetahuan isi pedagogis tentang cara mengajarkan suatu pelajaran tertentu secara efektif.
Dalam pedagogi, akan dibahas berbagai macam pendekatan yang dapat dilakukan untuk membantu anak membaca, menulis, matematika, sains, dan studi sosial secara efektif. Begitu pula dengan masing-masing bidang yang mempunyai banyak pendekatan-pendekatan misalnya pendekatan kognitif, pendekatan konstruktif sosial, perubahan developmental, dan lain-lain.
Untuk menjadi guru yang ahli (expert teacher), diperlukan beberapa elemen penting, yaitu:
- guru harus mempunyai pengetahuan yang unggul dalam isi atau materi dari suatu pelajaran atau disiplin ilmu (expert knowledge)
- guru harus memiliki pengetahuan tentang cara mengajarkan disiplin ilmu tertentu secara disiplin (pedagogical content knowledge)
Hal lain yang dibutuhkan guru selain strategi pengajaran umum adalah pengetahuan isi pedagogis tentang cara mengajarkan suatu pelajaran tertentu secara efektif.
Dalam pedagogi, akan dibahas berbagai macam pendekatan yang dapat dilakukan untuk membantu anak membaca, menulis, matematika, sains, dan studi sosial secara efektif. Begitu pula dengan masing-masing bidang yang mempunyai banyak pendekatan-pendekatan misalnya pendekatan kognitif, pendekatan konstruktif sosial, perubahan developmental, dan lain-lain.
Jumat, 11 Mei 2012
Blended Learning
Blended learning adalah sebuah istilah yang digunakan ketika proses belajar-mengajar dilakukan dengan cara tatap muka, namun pelaksanaannya menggunakan google talk atau pun chattingan seperti yang dilakukan pada kelas. Jadi, sesuai dengan artinya, blended artinya pencampuran. Pemcampuran dalam pembelajaran ini menjadi salah satu metode belajar belajar yang dapat digunakan. Jadi, kita dapat berdiskusi tanpa mengeluarkan suara ataupun membuat keributan. Dengan blended learning juga kita dapat belajar bagaimana mengoperasikan teknologi yang sekarang sudah sangat canggih dan sepantasnya kita belajar untuk menggunakannya. Hal ini dikarenakan teknologi diciptakan untuk memudahkan pekerjaan kita. Jadi dengan adanya blended learning inilah, kita pun dapat belajar dengan teknologi dan juga berdiskusi sekaligus. Seperti ada pepatah mengatakan, sambil menyelam minum air.
Walaupun metode blended learning masih jarang digunakan, namun blended learning masih dapat berkembang sesuai dengan perkiraan saya. Jadi proses pemerolehan informasi dapat juga diperoleh dari metode blended learning ini.
Saya sendiri senang dengan blended learning ini walaupun saya termasuk mahasiswa yang gaptek dan kurang mampu mengoperasikan teknologi, namun ini menjadi peluang saya untuk lebih bahkan lebih lagi dan membuka xakrawala saya lebih luas lagi. Demikian dan terima kasih :)
Walaupun metode blended learning masih jarang digunakan, namun blended learning masih dapat berkembang sesuai dengan perkiraan saya. Jadi proses pemerolehan informasi dapat juga diperoleh dari metode blended learning ini.
Saya sendiri senang dengan blended learning ini walaupun saya termasuk mahasiswa yang gaptek dan kurang mampu mengoperasikan teknologi, namun ini menjadi peluang saya untuk lebih bahkan lebih lagi dan membuka xakrawala saya lebih luas lagi. Demikian dan terima kasih :)
Selasa, 24 April 2012
Hasil diskusi kelas
A.
Pertanyaan
3. Ubiquitous computing melihatnya sebagai seorang mahasiswa psikologi yang sedang memahami tentang teknologi pendidikan ?
Pendapat
Kelompok Clara, Lisdiana, Desima:
Lebih baik karena membantu untuk bersosialisasi dengan orang seluruh dunia, terbuka tidah tertutup/personal seperti sebelumnya.
Tanggapan
> Kelompok 8 = Resi, Nurhayani, Bang Irfan.
Contoh ubiquitous computing dalam cakupan pendidikan dan dunia ?
Jawaban:
E-learning, dan lain-lain.
> Kelompok 16 = Atika Mentari, Icfadila, Laili Isrami.
Tidak hanya komputer yang terkoneksi dengan internet. Tetapi yang lainnya bisa.
> Kelompok 15 = Roni, Siti Melisa, Nurfazrina.
Tidak menjelaskan baik buruk. Masa depan » komputer.
- 1 komputer, banyak orang = kurang efektif.
- 1 komputer, 1 orang = kurang sosialisasi.
- Ubiquitous Computing = biaya murah untuk pendidikan dan yang lainnya.
B.
Pertanyaan
3. Ubiquitous computing melihatnya sebagai seorang mahasiswa psikologi yang sedang memahami tentang teknologi pendidikan ?
Pendapat
Kelompok Nisa Astarid, Angelia, Mentari, Edwin:
Memaksa untuk eksis melalui gadget untuk membantu dalam pembelajaran.
Tanggapan
> Kelompok 10 = Liandra, Merry, Friska.
Peranan dalam bidang pendidikan ?
Jawaban:
(+) WiFi untuk mengakses, seperti mencari jawaban pertanyaan saat persentase sebagai referensi tambahan.
(-) Mencontek jawaban ketika ujian atau kuis.
> Kelompok 6 = Kak Husna.
Apakah sekarang masih masa transisi ?
Jawaban:
Belum terlalu memanfaatkan ubiquitous computing.
Penjelasan Bu Dina:
Ubiquitous computing = kebanjiran informasi, sudah berjalan di belahan dunia lain.
Di Indonesia belum ubiquitous computing.
C.
Pertanyaan
2. Perkembangan pengenalan komputer atau internet sesuai dengan standar grade yang ada dibandingkan dengan pendidikan di Indonesia khususnya di Medan atau dilihat dari pengalaman ?
Pendapat
Kelompok Gusti, Rifany, Mianty, Elda:
Sudah berkembang, dari pengenalan teknologi sejak SD. Seperti mencari jawaban dari tugas yang diberikan dari guru melalui internet.
Tanggapan
> Kelompok 12 = Ajeng, Cyntia Merilyn, Rachel.
Kurang pada pengaplikasiannya di sekolah. Contohnya, di SMA masih belajar Ms.Word.
> Kelompok 4 = Andhika, Agnes, Etika Manda, Cyntia Halim.
Dampak buruk internet.
Pengenalan internet terlalu dini.
> Kelompok 6 = Kak Husna.
Di buku dan di Medan sudah sesuai apa belum ?
Penjelasan Bu Dina:
Dampak parah = karena belajar tidak tuntas, tidak cukup kemampuan untuk memfilter.
Melek teknologi = mengetahui baik/buruknya teknologi, yang buruk di ignore.
Sekolah bertugas untuk membekali, problemnya adalah SDM yang tidak siap.
Pertanyaan
3. Ubiquitous computing melihatnya sebagai seorang mahasiswa psikologi yang sedang memahami tentang teknologi pendidikan ?
Pendapat
Kelompok Clara, Lisdiana, Desima:
Lebih baik karena membantu untuk bersosialisasi dengan orang seluruh dunia, terbuka tidah tertutup/personal seperti sebelumnya.
Tanggapan
> Kelompok 8 = Resi, Nurhayani, Bang Irfan.
Contoh ubiquitous computing dalam cakupan pendidikan dan dunia ?
Jawaban:
E-learning, dan lain-lain.
> Kelompok 16 = Atika Mentari, Icfadila, Laili Isrami.
Tidak hanya komputer yang terkoneksi dengan internet. Tetapi yang lainnya bisa.
> Kelompok 15 = Roni, Siti Melisa, Nurfazrina.
Tidak menjelaskan baik buruk. Masa depan » komputer.
- 1 komputer, banyak orang = kurang efektif.
- 1 komputer, 1 orang = kurang sosialisasi.
- Ubiquitous Computing = biaya murah untuk pendidikan dan yang lainnya.
B.
Pertanyaan
3. Ubiquitous computing melihatnya sebagai seorang mahasiswa psikologi yang sedang memahami tentang teknologi pendidikan ?
Pendapat
Kelompok Nisa Astarid, Angelia, Mentari, Edwin:
Memaksa untuk eksis melalui gadget untuk membantu dalam pembelajaran.
Tanggapan
> Kelompok 10 = Liandra, Merry, Friska.
Peranan dalam bidang pendidikan ?
Jawaban:
(+) WiFi untuk mengakses, seperti mencari jawaban pertanyaan saat persentase sebagai referensi tambahan.
(-) Mencontek jawaban ketika ujian atau kuis.
> Kelompok 6 = Kak Husna.
Apakah sekarang masih masa transisi ?
Jawaban:
Belum terlalu memanfaatkan ubiquitous computing.
Penjelasan Bu Dina:
Ubiquitous computing = kebanjiran informasi, sudah berjalan di belahan dunia lain.
Di Indonesia belum ubiquitous computing.
C.
Pertanyaan
2. Perkembangan pengenalan komputer atau internet sesuai dengan standar grade yang ada dibandingkan dengan pendidikan di Indonesia khususnya di Medan atau dilihat dari pengalaman ?
Pendapat
Kelompok Gusti, Rifany, Mianty, Elda:
Sudah berkembang, dari pengenalan teknologi sejak SD. Seperti mencari jawaban dari tugas yang diberikan dari guru melalui internet.
Tanggapan
> Kelompok 12 = Ajeng, Cyntia Merilyn, Rachel.
Kurang pada pengaplikasiannya di sekolah. Contohnya, di SMA masih belajar Ms.Word.
> Kelompok 4 = Andhika, Agnes, Etika Manda, Cyntia Halim.
Dampak buruk internet.
Pengenalan internet terlalu dini.
> Kelompok 6 = Kak Husna.
Di buku dan di Medan sudah sesuai apa belum ?
Penjelasan Bu Dina:
Dampak parah = karena belajar tidak tuntas, tidak cukup kemampuan untuk memfilter.
Melek teknologi = mengetahui baik/buruknya teknologi, yang buruk di ignore.
Sekolah bertugas untuk membekali, problemnya adalah SDM yang tidak siap.
Teknologi dan Pendidikan
TUGAS KELOMPOK
1.
Apa yang bersinggungan dengan teknologi dan pendidikan setelah membaca buku
psikologi pendidikan Santrock ?
Ruang lingkup teknologi:
Komputer, internet, proyektor, gadget, dan lain-lain.
Ruang lingkup pendidikan:
Murid, guru/dosen, sistem pengajaran, kurikulum, dan lain-lain.
Kesimpulan;
Persinggungannya adalah sebagai sarana pemerolehan informasi bagi murid-murid/mahasiswa (melalui internet, dan lain-lain) dan memfasilitasi proses belajar-mengajar. Teknologi telah menjadi bagian dari sekolah selama beberapa dekade, tetapi teknologi masih dipakai secara sederhana dan berubah dengan lamban. Namun, kini teknologi berubah secara dramatis.
Kami memandang ini sebagai proses yang akan berkesinambungan.
2. Perkembangan pengenalan komputer atau internet sesuai dengan standar grade yang ada dibandingkan dengan pendidikan di Indonesia khususnya di Medan atau dilihat dari pengalaman ?
>Pra-taman Kanak-kanak Sampai Grade Dua:
Di Indonesia khususnya di Medan penggunaan internet pada ruang lingkup ini belum memenuhi standar internasional. Hanya sedikit yang memenuhi standar ini seperti TK berstandar internasional. Itupun belum berjalan dengan efektif. Karena mereka lebih tertarik di dunia games pada internet dari pada sarana edukasi yang ada di internet.
Namun menurut kelompok kami, ini bisa diarahkan ke arah yang lebih baik dengan pemberian edu games. Sedangkan pada tingkat SD awal umumnya di Medan sudah mulai diperkenalkan seperti pada mata pelajaran komputer.
>Grade 3 Sampai 5:
Di Indonesia khususnya di Medan sama seperti di atas hanya ditemukan sedikit sekolah yang memenuhi standar ini. Sekolah-sekolah tersebut yang memang menggunakan standar internasional yang sudah diakui.
Pada masa ini anak-anak di Medan sudah bisa mengakses sendiri namun di luar sekolah. Dan e-learning sepertinya masih sangat kurang diterapkan.
>Grade 6 Sampai 8:
Di Indonesia khususnya di Medan sama seperti di atas, anak-anak belum terlalu menggunakan internet/software untuk mengakses apa yang mereka inginkan. Karena mereka harus belajar cara mengoprasikan software tersebut. Sebagian menguasai dan sebagian yang lainnya hanya untuk hal-hal tertentu saja mereka mengaksesnya.
>Grade 9 Sampai 12:
Lumayan sudah berkembang pada beberapa sekolah dan anak-anak.
Kesimpulan:
Di Indonesia, memang masih sedikit ketinggalan dari standar Internasional. Hal ini disebabkan Indonesia masih terus berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan. Salah satunya dengan program pemerintah memberikan sumbangan komputer gratis pada beberapa sekolah dan pemasangan internet/WiFi di sekolah-sekolah.
3. Ubiquitous computing melihatnya sebagai seorang mahasiswa psikologi yang sedang memahami tentang teknologi pendidikan ?
Ubiquitous computing > Distribusi komputer ke lingkungan, ketimbang personal > Prediksi ke masa depan > perangkat teknologi umum akan terkoneksi dengan internet > Komputer eksis di dunia manusia.
Keuntungan:
Dimanapun bisa mengakses internet.
Menurut sudut pandang kami, hal ini sangat bagus untuk perkembangan pendidikan sepanjang hal tersebut digunakan untuk hal-hal yang baik dan sesuai aturan. Selain itu, dunia memang menuntut kita untuk mengoprasikan teknologi.
Ruang lingkup teknologi:
Komputer, internet, proyektor, gadget, dan lain-lain.
Ruang lingkup pendidikan:
Murid, guru/dosen, sistem pengajaran, kurikulum, dan lain-lain.
Kesimpulan;
Persinggungannya adalah sebagai sarana pemerolehan informasi bagi murid-murid/mahasiswa (melalui internet, dan lain-lain) dan memfasilitasi proses belajar-mengajar. Teknologi telah menjadi bagian dari sekolah selama beberapa dekade, tetapi teknologi masih dipakai secara sederhana dan berubah dengan lamban. Namun, kini teknologi berubah secara dramatis.
Kami memandang ini sebagai proses yang akan berkesinambungan.
2. Perkembangan pengenalan komputer atau internet sesuai dengan standar grade yang ada dibandingkan dengan pendidikan di Indonesia khususnya di Medan atau dilihat dari pengalaman ?
>Pra-taman Kanak-kanak Sampai Grade Dua:
Di Indonesia khususnya di Medan penggunaan internet pada ruang lingkup ini belum memenuhi standar internasional. Hanya sedikit yang memenuhi standar ini seperti TK berstandar internasional. Itupun belum berjalan dengan efektif. Karena mereka lebih tertarik di dunia games pada internet dari pada sarana edukasi yang ada di internet.
Namun menurut kelompok kami, ini bisa diarahkan ke arah yang lebih baik dengan pemberian edu games. Sedangkan pada tingkat SD awal umumnya di Medan sudah mulai diperkenalkan seperti pada mata pelajaran komputer.
>Grade 3 Sampai 5:
Di Indonesia khususnya di Medan sama seperti di atas hanya ditemukan sedikit sekolah yang memenuhi standar ini. Sekolah-sekolah tersebut yang memang menggunakan standar internasional yang sudah diakui.
Pada masa ini anak-anak di Medan sudah bisa mengakses sendiri namun di luar sekolah. Dan e-learning sepertinya masih sangat kurang diterapkan.
>Grade 6 Sampai 8:
Di Indonesia khususnya di Medan sama seperti di atas, anak-anak belum terlalu menggunakan internet/software untuk mengakses apa yang mereka inginkan. Karena mereka harus belajar cara mengoprasikan software tersebut. Sebagian menguasai dan sebagian yang lainnya hanya untuk hal-hal tertentu saja mereka mengaksesnya.
>Grade 9 Sampai 12:
Lumayan sudah berkembang pada beberapa sekolah dan anak-anak.
Kesimpulan:
Di Indonesia, memang masih sedikit ketinggalan dari standar Internasional. Hal ini disebabkan Indonesia masih terus berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan. Salah satunya dengan program pemerintah memberikan sumbangan komputer gratis pada beberapa sekolah dan pemasangan internet/WiFi di sekolah-sekolah.
3. Ubiquitous computing melihatnya sebagai seorang mahasiswa psikologi yang sedang memahami tentang teknologi pendidikan ?
Ubiquitous computing > Distribusi komputer ke lingkungan, ketimbang personal > Prediksi ke masa depan > perangkat teknologi umum akan terkoneksi dengan internet > Komputer eksis di dunia manusia.
Keuntungan:
Dimanapun bisa mengakses internet.
Menurut sudut pandang kami, hal ini sangat bagus untuk perkembangan pendidikan sepanjang hal tersebut digunakan untuk hal-hal yang baik dan sesuai aturan. Selain itu, dunia memang menuntut kita untuk mengoprasikan teknologi.
Senin, 09 April 2012
Psikologi Sekolah
TUGAS KELOMPOK
Kedudukan psikolog sekolah dalam ilmu psikologi adalah seseorang yang bergerak di dalam bidang belajar dan mengajar terutama di sekolah. Perannya bersifat menyeluruh dan tujuannya adalah untuk membantu sekolah dalam menyelesaikan berbagai macam masalah kesehatan mental yang dihadapi anak didik dan juga masalah anak didik di dalam kelas.
Perbedaan antara psikologi pendidikan dan psikologi sekolah adalah:
• Psikologi pendidikan adalah ilmu psikologi yang ilmunya diterapkan ke dalam dunia pendidikan. Sedangkan psikologi sekolah adalah cabang dari ilmu psikologi yang ilmunya diterapkan ke dalam dunia sekolah saja.
Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa ruang lingkup psikologi pendidikan lebih luas daripada psikologi sekolah. Namun, pelaksanaan tugas dalam psikologi sekolah ternyata juga banyak cakupannya tetapi hanya berlaku untuk sekolah.
Adapun sekolah-sekolah selalu dianggap sebagai agen perubahan. Sekolah diharapkan dapat menjalankan fungsinya dengan baik sehingga sekolah tidak saja berperan dalam mengajar anak, namun juga mendidik anak dengan cara yang benar dan merubah perilaku anak dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Setiap sekolah juga diharapkan untuk dapat memenuhi harapan orang tua dengan mendidik anaknya dengan baik agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang matang, berbakat, bijaksana serta berbudi pekerti baik.
Berkaitan dengan hal tersebut, sekolah-sekolah harus mempunyai metode belajar yang diterapkan kepada anak didiknya. Beberapa jenis metode belajar yang dapat diterapkan antara lain:
• Metode belajar kelompok
• Metode diskusi
• Metode ceramah
• Metode tanya jawab
• Metode studi mandiri
• Metode studi kasus
• Metode proyek
• Metode eksperimen
• Metode bercerita
• Metode pemecahan masalah
Metode-metode tersebut diatas dapat digabung metodenya ataupun dapat dilakukan dengan sendiri sendiri tergantung dari guru dan juga kondisi yang diharapkan.
Selain itu, di dalam sekolah dapat juga terjadi hal-hal atau masalah yang sering mengakibatkan konflik. Permasalahan-permasalahan tersebut antara lain:
• Perilaku anak yang menyimpang, seperti tidak patuh atau tidak sopan terhadap guru, malas sekolah, ataupun anak dapat mengalami konflik dengan sesama teman yang memicu terjadinya perpencaran dan pertengkaran.
• Tawuran antar sekolah yang merupakan permasalahan buruk yang penyelesaiannya harus dengan kepala dingin kedua pihak.
Sedangkan solusi yang dapat diberikan terhadap masalah tersebut dalah dengan memberikan penyuluhan atau konseling terhadap anak yang bersangkutan sehingga mereka dapat mengubah sifat mereka. Ketika mereka tidak lagi dapat berkompromi, pihak sekolah ataupun psikolog sekolah yang membantu dapat memberikan hukuman agar mereka tidak akan mengulangi perbuatan mereka lagi.
Peran seorang psikolog sekolah adalah penting pada masa sekarang. Seperti masalah diatas dapat diatasi oleh seorang psikolog sekolah. Adapun fungsi lain dari seorang psikolog sekolah adalah untuk melakukan diagnostik termasuk pelaksanaan tes, melakukan wawancara dengan siswa, guru dan orang tua ataupun orang lain yang terlibat dalam pendidikan siswa, observasi di kelas, mempelajari prestasi belajar sekolah, dan lain-lain.
Layanan yang dapat diberikan oleh seorang psikolog sekolah antara lain:
• Assesment dan pelatihan untuk guru
• Memberikan konseling atau bimbingan kepada anak didik dengan menjelaskan betapa pentingnya sekolah dan kelakuan mereka di dalam lingkup sekolah serta prestasi yang diharapkan
• Parenting class
• Pemerikasaan psikologis
• Training untuk siswa maupun guru.
Hal terakhir yang harus kita ketahui adalah perbedaan antara seorang psikolog sekolah, psikolog pendidikan, dan guru BK. Seorang psikolog pendidikan tidak harus terlibat secara langsung ke dalam semua aktivitas di sekolah karena tugasnya hanya sekedar meneliti dan mengeluarkan teori. Sedangkan seorang psikolog sekolah berkewajiban menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menurutnya dapat mengembangkan potensi sekolah dan menyelenggarakan hal-hal lain yang terbukti keampuhannya menerut hasil yang telah diteliti oleh seorang psikolog pendidikan. Lain halnya dengan guru BK yang hanya berfokus pada anak didik saja dan memberikan pelayan khusus untuk anak didik dan tidak berperan dalam mengembangkan potensi sekolah maupun melakukan tes atau penelitian yang bersangkutan dengan sekolah.
Demikian hasil diskusi dari kelompok kami. Terima kasih :)
Rabu, 04 April 2012
Pentingnya Pendidikan Taman Kanak-Kanak
TUGAS KELOMPOK
Nama anggota:
Vilya Sutanto (11-040)
Jika ditinjau dari aspek kognitif, anak yang memiliki dasar pendidikan taman kanak-kanak (TK) akan lebih terorientasi dan juga imajinatif. Hal ini disebabkan karena pada pendidikan TK, banyak diajarkan cara membayangkan dan kemampuan berpikir sang anak lebih digali dengan diajukannya pertanyaan. Selain itu, lingkungan sekolah merupakan lingkungan yang cenderung mendukung anak agar dapat belajar dan memperoleh informasi dasar yang diperlukannya. Dengan demikian, cara berpikir dan kognitif anak akan lebih terarahkan.
Jika ditinjau dari aspek sosial, hal ini sudah pasti berpengaruh. Sosialisasi anak adalah hal yang harus diperhatikan. Anak yang telah mempunyai pendidikan TK, anak lebih mudah untk menyesuaikan diri ketika memasuki jenjang SD setelahnya. Hal ini disebabkan, anak tersebut sudah terbiasa dengan sekolah dan juga kesibukan yang dialaminya. Setidaknya, anak tersebut juga akan lebih mudah bersosialisasi dengan teman barunya di SD. Anak-anak yang memiliki pendidikan TK, akan mempunyai dunia yang tidak berfokus pada dirinya sendiri lagi, namun juga kepada lingkungan dan orang di sekitarnya. Anak tersebut akan belajar untuk bersosialisasi lebih awal dan belajar untuk mengenal teman-teman di sekitarnya.
Jika ditinjau dari aspek emosional, anak-anak TK sebenarnya masih memiliki emosi yang tidak stabil. Mereka masih dapat menangis sewaktu-waktu. Namun, jika anak-anak diberikan pendidikan TK, mungkin saja anak tersebut dapat terlatih dan menjadi lebih sabar atau setidaknya sedikit lebih sabar dan belajar untuk mengendalikan emosi dengan skala kecil-kecilan.
Sebaliknya, dari aspek fisik, yang kita ketahui adalah anak TK ada anak yang diatas 5 tahun ataupun dibawah 5 tahun. Perkembangan fisik mereka tergantung gizi yang mereka peroleh. Ada banyak sekolah TK yang menyediakan makanan bagi anak didiknya ketika mereka berarda di dalam sekolah. Hal ini setidaknya dapat mendukung pertumbuhan fisik mereka walaupun sebenarnya yang lebih berperan penting disini adalah keluarga.
Langganan:
Postingan (Atom)


